Hasil Crystal Palace vs Chelsea: Menaklukkan Palace yang Kehilangan Pemain, The Blues Menyelinap ke Empat Besar

pojokgol.net – Chelsea pulang dengan kepala tegak dari Selhurst Park. Dalam duel pekan ke-23 Premier League 2025/2026 melawan tetangga sekota, Crystal Palace, The Blues merajut kemenangan meyakinkan 1-3—sebuah hasil yang terasa semakin signifikan karena tercipta di kandang lawan.
Keunggulan dibuka oleh Estevao pada paruh pertama. Selepas jeda, dominasi Chelsea kian mengeras melalui gol Joao Pedro serta eksekusi penalti dingin Enzo Fernandez. Palace hanya mampu membalas lewat sundulan Chris Richards, gol yang lebih menyerupai penghiburan ketimbang titik balik.
Tiga angka ini mengatrol Chelsea ke peringkat keempat klasemen sementara. Sebaliknya, Crystal Palace mesti menerima kenyataan pahit, tertahan di posisi ke-15.
Babak Pertama: Tempo Tinggi, Ketegangan Menggumpal

Derbi London selalu sarat emosi, dan laga ini tak terkecuali. Sejak menit awal, kedua kesebelasan memilih pendekatan terbuka—pertukaran serangan terjadi seperti arus pasang yang enggan surut.
Menit kedelapan menghadirkan alarm pertama. Mateta nyaris mengoyak gawang Palace sendiri—sebuah ironi—lewat sepakan kaki kanan memanfaatkan suplai Ismailla Sarr. Namun Robert Sanchez tampil sigap, refleksnya memadamkan ancaman.
Chelsea merespons pada menit ke-16. Moises Caicedo melepaskan tembakan bertenaga dari luar kotak penalti. Bola melenceng tipis, namun pesan sudah terkirim: The Blues datang bukan sekadar bertamu.
Kebuntuan akhirnya runtuh pada menit ke-34. Serangan balik cepat menjadi panggung bagi Estevao. Ia menggiring bola dengan ketenangan seorang veteran, menembus kotak penalti, lalu menuntaskan dengan sepakan yang tak terbendung Dean Henderson. Skor berubah 0-1.
Gol tersebut menyuntikkan keyakinan tambahan bagi Chelsea. Palace mencoba merespons, memeras energi untuk menyamakan kedudukan, tetapi hingga turun minum, keunggulan tetap berada di kubu tamu.
Babak Kedua: Efisiensi Chelsea, Nasib Buruk Palace

Selepas rehat, lanskap pertandingan nyaris tak berubah. Intensitas tetap tinggi, duel-duel kecil bermunculan di berbagai sudut lapangan.
Baru lima menit berjalan, Chelsea menggandakan keunggulan. Umpan lambung presisi dari Estevao disambut Joao Pedro yang menusuk ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan klinis. Bola bersarang di gawang The Eagles: 0-2.
Tak lama berselang, situasi semakin menggelap bagi tuan rumah. Tembakan Joao Pedro mengenai Jaydee Canvot di area terlarang. VAR menjadi saksi, wasit menunjuk titik putih. Enzo Fernandez maju dengan aura tenang, dan menuntaskan tugasnya tanpa ragu. Skor melebar menjadi 0-3.
Derita Palace belum berhenti. Pada menit ke-73, Adam Wharton diganjar kartu kuning kedua usai tekel keras. Sejak saat itu, mereka dipaksa bertarung dengan sepuluh pemain—sebuah kondisi yang memaksa strategi mereka semakin rapuh.
Chelsea mencoba memanfaatkan keunggulan numerik dengan meningkatkan tekanan. Namun di penghujung laga, Palace masih sempat menyuntikkan sedikit drama. Chris Richards menanduk bola hasil skema sepak pojok, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Skor tak berubah. Chelsea mengemas kemenangan berkelas, meninggalkan Selhurst Park dengan tiga poin berharga.
Susunan Pemain

Crystal Palace (3-4-2-1):
Henderson; Canvot, Lacroix, Richards; Mitchell, Lerma, Wharton, Munoz; Sarr, Johnson; Mateta
Pelatih: Oliver Glasner
Chelsea (4-2-3-1):
Sanchez; Cucurella, Badiashile, Chalobah, James; Caicedo, Santos; Neto, Fernandez, Estevao; Pedro
Pelatih: Liam Rosenior
Statistik Pertandingan

Crystal Palace vs Chelsea
Skor: 1-3
Total Tembakan: 11-9
Tembakan Tepat Sasaran: 4-5
Penguasaan Bola: 40% – 60%
Pelanggaran: 9-10
Offside: 1-1
Kemenangan ini bukan sekadar soal angka di papan skor. Ia adalah pernyataan. Chelsea menunjukkan kematangan, efisiensi, dan ketajaman—atribut yang dibutuhkan tim mana pun yang serius bercita-cita menetap di zona elit Premier League.
BACA JUGA: Liverpool Mengendap di Balik Layar, Thomas Frank Menyegel Micky van de Ven sebagai Aset Tottenham
Related Posts
Everton Menang Perdana di Stadion Baru, Grealish Bersinar dengan Dua Assist
Liverpool Melirik Antoine Semenyo, Inilah Gambaran Baru Dapur Serangan The Reds
Manchester United: Bukan Sekadar Tumbangkan Raksasa, tapi Menjinakkan Ketidakstabilan
About The Author
Bayu Hutabarat
Penggemar gila sepak bola manca negara, ikutin artikel saya secara tidak langsung jadi gila sepak bola juga!
