Jay Idzes Menang Duel Mental atas Emil Audero dalam Drama Sassuolo vs Cremonese

pojokgol.net – Sassuolo akhirnya menghela napas panjang. Di pekan ke-22 Serie A 2025/2026, mereka mengamankan kemenangan minimalis 1-0 atas Cremonese, sebuah hasil yang terasa seperti oase setelah rentetan performa suram sejak awal Desember. Gol kilat Alieu Fadera pada Minggu malam (25/1/2026 WIB) menjadi pemantik euforia di Mapei Stadium.
Tiga poin ini bukan sekadar angka di tabel. Ia adalah simbol kebangkitan. Sassuolo memutus paceklik, sekaligus menutup babak kelabu yang menghantui awal tahun 2026. Sebaliknya, Cremonese kembali terperosok dalam lingkaran frustrasi. Datang dengan asa memperbaiki nasib, mereka justru pulang dengan tangan hampa.
Pertandingan ini juga membawa nuansa emosional tersendiri lewat kembalinya Domenico Berardi. Sang ikon Sassuolo kembali merumput setelah menepi sejak akhir November, kehadirannya seperti memberi denyut baru dalam irama permainan tuan rumah.
Ledakan Awal Fadera, Sassuolo Menggenggam Kendali
Sejak peluit pertama, Sassuolo tak menunggu waktu untuk mengirim pesan. Tekanan agresif langsung dilancarkan, dan hanya butuh tiga menit hingga papan skor berubah. Tembakan jarak jauh Armand Laurienté memaksa Emil Audero bekerja keras, namun bola muntah jatuh manis di kaki Fadera yang tanpa ampun mengeksekusinya dari jarak dekat.
Gol cepat itu mengubah lanskap laga. Sassuolo tampil lebih tenang, lebih matang, seolah menggenggam kendali tak kasatmata atas tempo pertandingan. Cremonese mencoba membalas dengan skema serangan balik, memanfaatkan celah sekecil apa pun.
Peluang emas hadir pada menit ke-14. Vandeputte merajut umpan terobosan menuju Vardy, tetapi sepakan striker Inggris tersebut digagalkan oleh refleks kaki kiper Sassuolo. Ancaman berikutnya datang lagi dari Laurienté, namun kali ini bola justru melayang di atas mistar.
Memasuki babak kedua, Cremonese melakukan rotasi dengan memasukkan Dennis Johnsen. Intensitas mereka meningkat, pendekatan lebih ofensif mulai terlihat, tetapi tembok pertahanan Sassuolo tetap berdiri dengan disiplin nyaris asketis.
Laurienté kembali menjadi kreator bahaya lewat umpan silang akurat yang menemukan Luca Moro di area terlarang. Sayang, sepakan Moro masih melebar tipis dari tiang dekat—sebuah peluang yang menguap begitu saja.
Sentuhan Berardi, Perlawanan Cremonese, dan Malam Panjang Audero
Menit ke-59 menjadi momen yang ditunggu publik Sassuolo. Domenico Berardi melangkah masuk, dan atmosfer berubah seketika. Setiap sentuhannya memantik antisipasi, setiap gerakannya menghadirkan kemungkinan.
Cremonese nyaris menyamakan kedudukan melalui Bonazzoli. Namun kontrol yang kurang bersih di dalam kotak penalti memberi cukup waktu bagi lini belakang Sassuolo untuk menutup ruang dan memadamkan ancaman.
Di bawah mistar, Emil Audero justru tampil bak benteng terakhir yang enggan runtuh. Ia menepis tendangan bebas Laurienté dengan lompatan penuh determinasi, menghalau bola dari sudut atas gawang yang tampak mustahil dijangkau.
Sassuolo tidak berhenti menekan. Josh Doig melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tetapi lagi-lagi bola memilih jalur melayang di atas mistar. Kesempatan emas datang di menit akhir ketika Nicholas Pierini mencoba lob cerdas dari jarak jauh. Publik tuan rumah sudah bersiap bersorak, namun bola hanya mencium mistar dan memantul keluar—drama yang nyaris sempurna.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap tak tergoyahkan. Sassuolo merayakan kemenangan berharga. Cremonese, sekali lagi, harus menelan pil pahit dari laga tandang yang tak berpihak.
Related Posts
5 Sorotan Menarik AC Milan vs Fiorentina: Pioli Dekati 500 Laga, Rossoneri Incar Clean Sheet Kelima
Inter Milan Membeku di Singgasana Serie A! Lautaro Martinez Menyulut Api Ruang Ganti dengan Seruan Tanpa Basa-basi
David De Gea Ungkap Alasan Tolak Klub Inggris: Loyalitas pada Manchester United
About The Author
Bayu Hutabarat
Penggemar gila sepak bola manca negara, ikutin artikel saya secara tidak langsung jadi gila sepak bola juga!
