Newcastle Membidik Status Klub Premier League ke-6 di Babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026
January 30, 2026
Jacob Ramsey dari Newcastle lagi duel rebutan bola lawan penggawa Man City, Jeremy Doku, pas leg pertama semifinal Piala Liga Inggris 2026.
pojokgol – Musim Liga Champions 2025/2026 membuka panggung yang terasa ramah bagi sepak bola Inggris. Premier League berada di ambang penegasan hegemoni Eropa—sebuah dominasi yang tak sekadar terasa, tetapi terukur. Hingga fase 16 Besar, lima wakil Inggris sudah menancapkan kaki mereka tanpa rintangan play-off: Arsenal, Liverpool, Tottenham, Chelsea, dan Manchester City melaju mulus, seolah jalan tol terbentang di hadapan mereka.
Namun kisah ini belum selesai. Newcastle United masih menyimpan peluang untuk menambah deretan tersebut. Melalui jalur play-off, klub asal Tyneside itu berpotensi menjadi kepingan terakhir yang menyempurnakan mozaik supremasi Inggris di fase gugur. Bila skenario ini menjadi nyata, Premier League akan mengirim enam kontestan ke 16 Besar—sebuah rekor yang bukan hanya langka, tetapi juga menegaskan kedalaman kualitas kompetisi domestik Inggris di level tertinggi benua biru.
Jalur Play-off Newcastle: Menggoda, tapi Tak Bebas Risiko
Bintang Newcastle, Yoane Wissa, selebrasi setelah cetak gol pertama timnya di laga Champions League kontra PSV hari Kamis (22/1/2026).
Di babak play-off, Newcastle dijadwalkan bersua Qarabag. Dari sudut pandang kalkulasi dan performa mutakhir, undian ini tampak condong ke arah tim besutan Eddie Howe. Qarabag mengakhiri fase liga di peringkat ke-22 klasemen akhir Liga Champions—sebuah posisi yang menyiratkan inkonsistensi, terutama saat harus berhadapan dengan klub-klub Inggris yang sarat intensitas.
Catatan historis Qarabag kontra tim Premier League pun menambah optimisme. Dari sembilan perjumpaan melawan klub Inggris, delapan berakhir dengan kekalahan dan satu imbang, dengan produktivitas gol yang amat terbatas—hanya dua laga yang mampu mereka warnai dengan gol. Angka-angka ini berbicara, meski sepak bola jarang tunduk sepenuhnya pada statistik.
Kendati demikian, Newcastle tak boleh terbuai. Qarabag pernah memaksa Chelsea berbagi angka 2-2 di Baku pada edisi Liga Champions musim ini. Hasil itu adalah alarm dini: di kompetisi elite Eropa, keunggulan di atas kertas kerap rapuh ketika peluit pertama ditiup.
Qarabag: Kuda Hitam yang Tak Patut Diremehkan
Skuad Qarabag ngerayain bareng gol ketiga mereka waktu ketemu Eintracht Frankfurt di Liga Champions, Kamis (22-1-2026) kemarin.
Meski Newcastle diunggulkan, Qarabag bukanlah figuran. Perjalanan mereka menunjukkan daya saing yang tak bisa dihapus begitu saja. Klub Azerbaijan ini mencatatkan sejarah sebagai tim pertama dari negaranya yang meraih kemenangan beruntun di Liga Champions, termasuk menundukkan Benfica dan Copenhagen—dua nama yang tak asing di pentas Eropa.
Memang, mereka sempat tersandung saat berjumpa Napoli, Liverpool, dan Ajax. Namun hasil imbang kontra Chelsea serta kemenangan atas Frankfurt memastikan Qarabag mengunci tempat di 24 besar. Modal tersebut bukan sekadar angka; ia adalah kepercayaan diri, bahan bakar untuk kembali merangkai kejutan.
Sementara itu, lima wakil Premier League yang telah memastikan kelolosan masih menunggu takdir masing-masing di babak 16 Besar. Undian pada 27 Februari berpotensi menghadirkan benturan raksasa—duel yang akan menguji apakah dominasi Inggris benar-benar tak tergoyahkan, atau justru memancing babak baru penuh intrik di Liga Champions.