Kekalahan Pahit AC Milan di Markas Lazio, Massimiliano Allegri Beberkan Akar Masalahnya

Massimiliano Allegri, sang pelatih AC Milan, terlihat sibuk memberi instruksi saat timnya menghadapi Genoa pada 9 Januari 2026.
Massimiliano Allegri, sang pelatih AC Milan, terlihat sibuk memberi instruksi saat timnya menghadapi Genoa pada 9 Januari 2026.

pojokgol – Kekalahan yang dialami AC Milan saat melawat ke kandang Lazio memunculkan banyak tanda tanya. Seusai laga, pelatih Massimiliano Allegri akhirnya mengungkapkan sejumlah faktor yang menurutnya menjadi biang keladi tumbangnya Rossoneri dalam duel tersebut.

Menurut Allegri, kegagalan timnya bukan sekadar karena kualitas lawan, melainkan juga akibat serangkaian kekeliruan yang muncul dari dalam tim sendiri. Kesalahan-kesalahan kecil itu, katanya, perlahan berubah menjadi masalah besar yang membuat Milan pulang tanpa poin dari Roma.

Misi Berat Milan di Roma

Pemain sayap Lazio, Gustav Isaksen, melesatkan tendangan yang tidak sanggup dibendung oleh Mike Maignan dalam duel antara Lazio dan AC Milan.
Pemain sayap Lazio, Gustav Isaksen, melesatkan tendangan yang tidak sanggup dibendung oleh Mike Maignan dalam duel antara Lazio dan AC Milan.

Pertandingan pekan ke-29 Serie A musim 2025/2026 mempertemukan Milan dengan Lazio di stadion ikonik Stadio Olimpico. Laga yang digelar pada dini hari tersebut sejatinya diharapkan menjadi momentum bagi Milan untuk terus menekan rival mereka di papan atas.

Namun harapan itu tidak berjalan sesuai rencana.

Gol tunggal yang dicetak oleh Gustav Isaksen pada pertengahan babak pertama menjadi pembeda. Satu momen itu cukup bagi Lazio untuk mengunci kemenangan tipis 1-0 sekaligus memaksa Milan meninggalkan ibu kota Italia dengan tangan kosong.

Allegri Enggan Berkilah

Strahinja Pavlovic, pemain bertahan AC Milan, berupaya mencuri bola dari penguasaan Gustav Isaksen di pertandingan Lazio kontra AC Milan.
Strahinja Pavlovic, pemain bertahan AC Milan, berupaya mencuri bola dari penguasaan Gustav Isaksen di pertandingan Lazio kontra AC Milan.

Alih-alih mencari pembelaan atau menyalahkan faktor eksternal, Allegri justru bersikap lugas. Ia menilai performa timnya memang belum mencapai standar yang diharapkan.

Dalam wawancara bersama DAZN, sang pelatih menyebut laga tersebut sejak awal memang diprediksi sulit. Atmosfer stadion yang kembali dipenuhi suporter Lazio juga memberi energi tambahan bagi tuan rumah.

“Sejak awal kami memahami bahwa pertandingan ini akan berjalan rumit,” ujar Allegri. “Para pendukung Lazio kembali memadati stadion, dan itu menciptakan atmosfer yang sangat hidup.”

Lebih jauh ia menambahkan bahwa Lazio tampil tanpa tekanan berarti, berbeda dengan Milan yang datang membawa misi mengejar selisih poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan.

Situasi psikologis itu, menurut Allegri, cukup memengaruhi dinamika permainan di lapangan.

Kesalahan Teknis Jadi Titik Lemah

Allegri tidak menampik bahwa Milan sebenarnya sempat menunjukkan organisasi permainan yang cukup baik di beberapa fase. Akan tetapi, ritme tersebut kerap terputus oleh kesalahan teknis yang seharusnya bisa dihindari.

Menurutnya, di babak pertama timnya kurang rapi dalam membangun struktur permainan. Hal itu membuka celah yang dimanfaatkan Lazio untuk mencetak gol.

“Secara struktur kami seharusnya bisa lebih disiplin. Gol yang tercipta sebenarnya bisa dicegah,” jelas Allegri.

Ia juga menyoroti gaya bermain Lazio yang penuh energi. Para pemain tuan rumah kerap melakukan sprint agresif sebelum kemudian menurunkan tempo dengan bertahan lebih dalam.

Strategi tersebut memaksa Milan bekerja ekstra keras untuk membongkar pertahanan lawan.

Di babak kedua, Milan sempat menunjukkan peningkatan kualitas permainan. Mereka menguasai bola lebih lama dan menciptakan beberapa peluang menjanjikan. Namun keberuntungan belum berpihak.

“Kami tampil lebih baik setelah jeda,” lanjut Allegri. “Tetapi kami gagal memaksimalkan peluang. Dalam sepak bola, situasi seperti ini memang sering terjadi.”

Fokus ke Laga Berikutnya

Meski hasil ini terasa menyakitkan, Allegri menegaskan timnya tidak boleh larut dalam kekecewaan. Musim masih panjang dan setiap pertandingan ke depan tetap krusial.

Rossoneri kini mengalihkan perhatian mereka pada laga selanjutnya. Milan dijadwalkan menjamu Torino di stadion kebanggaan mereka, San Siro, pada akhir pekan mendatang.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Milan untuk menebus kegagalan sekaligus mengembalikan momentum di perburuan papan atas klasemen.

Bagi Allegri dan anak asuhnya, satu hal jelas: kekalahan di Roma harus segera dilupakan, sementara fokus sepenuhnya diarahkan pada kebangkitan berikutnya.

BACA JUGA: Como vs Roma Kian Membara! Cesc Fabregas Tegas: Pemain Dilarang Mengkhayal soal Liga Champions

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *