Chelsea dan Rute Anti-Arus ke 16 Besar Liga Champions: Kolektor Kulit Kepala Para Kampiun

Skuad Chelsea lagi selebrasi bareng setelah Joao Pedro berhasil menjebol gawang Napoli pada 29 Januari 2026.
Skuad Chelsea lagi selebrasi bareng setelah Joao Pedro berhasil menjebol gawang Napoli pada 29 Januari 2026.

pojokgol.net – Chelsea menjejakkan kaki di babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026 melalui lorong yang jarang dilalui. Bukan sekadar lolos, The Blues hadir dengan cap yang sulit disangkal: pemburu klub-klub berstempel kampiun domestik. Jalur mereka bukan karpet merah—melainkan lintasan berliku yang menuntut nyali, presisi, dan kepala dingin.

Tirai perjalanan itu ditutup dengan adegan penuh tensi. Di Stadion Diego Maradona, sarang Napoli yang berisik dan bergelora, Chelsea mencuri kemenangan 3–2. Bukan hasil biasa. Itu adalah deklarasi mental baja—bahwa mereka tak gentar di panggung Eropa, bahkan saat atmosfer mencoba menelan mereka hidup-hidup.

Tambahan tiga poin tersebut mengunci posisi keenam pada klasemen akhir League Phase. Tim besutan Liam Rosenior mengumpulkan 16 poin dari delapan laga—angka yang cukup untuk tiket langsung ke fase gugur, tanpa harus mengais harapan di pintu belakang.

Di balik angka-angka, terselip anomali yang jarang diulas. Chelsea menapaki League Phase dengan deretan lawan yang mayoritas datang sebagai raja di negerinya masing-masing. Lawan-lawan itu bukan sekadar kuat; mereka terbiasa menang.

Jalan Terjal Chelsea di League Phase Liga Champions

Anak-anak Chelsea merayakan gol mereka pas tanding lawan Pafos di Liga Champions hari Kamis kemarin (22-1-2026).
Anak-anak Chelsea merayakan gol mereka pas tanding lawan Pafos di Liga Champions hari Kamis kemarin (22-1-2026).

Delapan pertandingan, delapan karakter, delapan medan tempur. Empat di antaranya berstatus juara liga domestik, ditambah satu penguasa piala nasional. Beban psikologisnya nyata—karena menghadapi juara berarti berhadapan dengan kebiasaan menang yang telah mengeras.

Nama-nama itu bukan figuran: Bayern Munchen sebagai pemilik mahkota Bundesliga 2025/2026; Napoli, kampiun Serie A 2024/2025; Qarabag, penguasa Azerbaijan 2024/2025; serta Pafos FC, raja Siprus 2024/2025. Benfica melengkapi daftar sebagai juara Taca da Liga Portugal 2024/2025.

Status tersebut menjadikan rute Chelsea jauh dari kata ramah. Setiap laga memeras fisik dan menguji nalar, sebab mayoritas lawan membawa identitas pemenang—percaya diri yang tak mudah diruntuhkan.

Namun, di tengah badai, Chelsea menemukan ritmenya. Saat berhadapan dengan para juara, The Blues menampilkan komposisi yang matang: pertahanan berdisiplin, transisi tajam, dan penyelesaian yang tidak mubazir. Mereka tidak selalu mendominasi, tetapi jarang panik.

Spesialis Penakluk Juara dan Modal Menuju Fase Gugur

Moises Caicedo dari Chelsea ngerayain golnya bareng rekan setim pas duel Liga Champions lawan Pafos, Kamis (22-1-2026).
Moises Caicedo dari Chelsea ngerayain golnya bareng rekan setim pas duel Liga Champions lawan Pafos, Kamis (22-1-2026).

Dari lima tim berlabel kampiun yang dihadapi, Chelsea memetik tiga kemenangan bersih—atas Benfica, Pafos FC, dan Napoli. Sementara itu, lawatan ke markas Qarabag berakhir imbang 2–2, sebuah hasil yang tetap bernilai di kandang yang sulit ditaklukkan.

Satu noda datang saat bersua Bayern Munchen. Pada 17 September 2025, Chelsea harus mengakui superioritas raksasa Jerman tersebut dengan skor 1–3. Kekalahan itu pahit, tetapi tidak menggerus fondasi.

Rangkaian hasil ini memotret karakter Chelsea musim ini. Konsistensi mungkin belum paripurna, namun efektivitas mereka saat menghadapi tim bermental juara adalah fakta. Mereka tahu kapan harus menahan napas, dan kapan mengayunkan pukulan.

Hasil Chelsea di Liga Champions 2025/2026

Striker Chelsea, Joao Pedro, tertangkap kamera saat beraksi lawan Napoli di kompetisi Liga Champions.
Striker Chelsea, Joao Pedro, tertangkap kamera saat beraksi lawan Napoli di kompetisi Liga Champions.

Berikut catatan lengkap Chelsea pada League Phase:

  • 17/09/2025 — Chelsea 1–3 Bayern Munchen

  • 30/09/2025 — Chelsea 1–0 Benfica

  • 22/10/2025 — Chelsea 5–1 Ajax

  • 05/11/2025 — Qarabag FK 2–2 Chelsea

  • 25/11/2025 — Chelsea 3–0 Barcelona

  • 09/12/2025 — Atalanta 2–1 Chelsea

  • 21/01/2026 — Chelsea 1–0 Pafos FC

  • 28/01/2026 — Napoli 2–3 Chelsea

Chelsea melangkah ke fase gugur bukan dengan kemewahan, melainkan dengan reputasi. Dan reputasi itu—penakluk para juara—sering kali menjadi mata uang paling berharga di Eropa.

BACA JUGA: Pelatih “Arogan” Lulusan Carlo Ancelotti, Motor Senyap di Balik Kebangkitan Manchester United Era Michael Carrick

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *