Inggris Berpotensi Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026 Jika Mengoptimalkan Faktor Krusial Ini

Susunan pemain utama Timnas Inggris saat menghadapi Jepang dalam pertandingan persahabatan di Wembley pada 1 April 2026.
Susunan pemain utama Timnas Inggris saat menghadapi Jepang dalam pertandingan persahabatan di Wembley pada 1 April 2026.

pojokgol – Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi turnamen yang sangat kompetitif. Selisih kualitas antarnegara semakin tipis. Karena itu, detail kecil sering menjadi penentu hasil akhir pertandingan.

Mantan gelandang Timnas Inggris, Joe Cole, menilai bola mati bisa menjadi senjata utama. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan situasi tersebut dapat memberi keuntungan besar. Bahkan, aspek ini bisa menentukan perjalanan sebuah tim di turnamen besar.

Pandangan tersebut muncul setelah melihat Premier League musim lalu. Banyak gol lahir dari tendangan sudut dan tendangan bebas. Beberapa tim bahkan menjadikan bola mati sebagai sumber gol utama mereka.

Bola Mati Bisa Menjadi Kunci Kesuksesan

Thomas Tuchel, sang pelatih Timnas Inggris, terlihat memberikan responsnya selama pertandingan melawan Jepang tanggal 1 April 2026 itu.
Thomas Tuchel, sang pelatih Timnas Inggris, terlihat memberikan responsnya selama pertandingan melawan Jepang tanggal 1 April 2026 itu.

Joe Cole percaya peluang Inggris akan meningkat jika mampu memaksimalkan bola mati. Namun, ia juga menyoroti kebijakan baru FIFA. Organisasi tersebut berencana memperketat pengawasan terhadap kontak fisik di kotak penalti.

FIFA sebelumnya menyampaikan akan bertindak lebih tegas. Pelanggaran saat situasi bola mati akan mendapat perhatian khusus. Kebijakan ini dapat mengubah strategi banyak tim.

Selama ini, sejumlah tim mengandalkan duel fisik di area penalti. Jika aturan ditegakkan lebih ketat, pendekatan tersebut mungkin tidak lagi efektif.

Meski begitu, Cole tetap menganggap bola mati sebagai faktor penting. Menurutnya, elemen ini akan terus berpengaruh dalam pertandingan besar.

“FIFA sudah menyatakan akan bertindak tegas terhadap hal-hal seperti itu,” ujar Cole.

Ia juga menilai wasit kehilangan kendali dalam beberapa musim terakhir. Akibatnya, banyak pelanggaran yang seharusnya dihukum justru dibiarkan terjadi.

Cole menegaskan bahwa pentingnya bola mati tidak akan berubah. Hal itu berlaku meskipun FIFA menerapkan aturan yang lebih ketat.

“Jika FIFA mengembalikan situasi menjadi normal, bola mati tetap akan sangat penting.”

“Namun jika tidak ada kontrol yang jelas, tim yang paling menguasainya akan memiliki peluang lebih besar,” lanjutnya.

Joe Cole Ingin Wasit Lebih Tegas

Premier League musim lalu menghadirkan banyak kontroversi. Sebagian besar terjadi saat situasi bola mati. Banyak insiden di kotak penalti harus diperiksa melalui VAR.

Cole menilai wasit seharusnya lebih berani mengambil keputusan. Menurutnya, tidak semua situasi memerlukan pemeriksaan video yang panjang.

Ia berharap para wasit kembali menjadi sosok utama dalam pertandingan. Mereka harus mampu mengendalikan jalannya laga sejak awal.

Menurut Cole, banyak pelanggaran sebenarnya terlihat jelas. Karena itu, keputusan dapat diambil tanpa bantuan teknologi.

“Pada beberapa kesempatan musim ini, wasit memiliki cukup alasan untuk langsung memberi pelanggaran.”

“Semuanya terlihat jelas. Karena itu, VAR tidak selalu diperlukan,” kata Cole.

Di akhir pernyataannya, Cole berharap semua pihak menjalankan perannya dengan baik. Wasit harus tegas. Pemain dan pelatih juga harus menghormati aturan yang berlaku.

“Saya ingin melihat wasit kembali memegang kendali pertandingan. Namun pemain dan pelatih juga harus menjalankan tanggung jawab mereka.”

BACA JUGA: Superkomputer Ramalkan Kans Inggris Menjuarai Piala Dunia 2026, Bertengger di Jajaran Elite Favorit

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *