Liverpool Mengendap di Balik Layar, Thomas Frank Menyegel Micky van de Ven sebagai Aset Tottenham

Tomas Holes dari Slavia Praha (kiri) tampak lagi duel rebutan bola bareng bek Tottenham, Micky van de Ven, di pertandingan Liga Champions yang digelar di London, Inggris, Selasa, 9 Desember 2025.
Tomas Holes dari Slavia Praha (kiri) tampak lagi duel rebutan bola bareng bek Tottenham, Micky van de Ven, di pertandingan Liga Champions yang digelar di London, Inggris, Selasa, 9 Desember 2025.

pojokgol.net – Desas-desus ketertarikan Liverpool terhadap Micky van de Ven mulai bergaung nyaring memasuki pertengahan musim 2025/2026. Bek sentral Tottenham itu kini bertengger di radar prioritas The Reds, yang tengah memburu figur anyar untuk memperkokoh poros pertahanan.

Lini belakang Liverpool sendiri berada dalam fase transisi yang rapuh. Beberapa kontrak bek utama memasuki fase genting, sementara usia Virgil van Dijk bergerak tak terhindarkan menuju senja kompetitif. Regenerasi bukan lagi opsi, melainkan urgensi.

Nama Van de Ven mencuat ke permukaan usai Liverpool kandas dalam perburuan Marc Guehi dari Crystal Palace. Profil atletik, kecerdasan posisi, dan elastisitas gerak bek asal Belanda tersebut dipandang selaras dengan DNA permainan yang diidamkan Anfield. Namun Tottenham tidak memilih menjadi penonton pasif dalam pusaran rumor ini. Thomas Frank, sang arsitek Spurs, segera mengirimkan pesan tegas: Van de Ven bukan komoditas yang bisa digoyang sesuka hati.

Thomas Frank Mengunci Van de Ven: Tak Tersentuh, Tak Tergantikan

Sosok Thomas Frank yang kini menjabat sebagai pelatih kepala Tottenham Hotspur.
Sosok Thomas Frank yang kini menjabat sebagai pelatih kepala Tottenham Hotspur.

Bagi Thomas Frank, Micky van de Ven bukan sekadar starter reguler. Ia adalah fondasi naratif proyek Tottenham hari ini dan hari esok. Bek 24 tahun itu diposisikan sebagai sumbu utama, bukan pelengkap taktis.

Sejak hijrah dari Wolfsburg pada musim panas 2023, evolusi Van de Ven di London utara berlangsung eksponensial. Dampaknya terasa konkret. Enam gol yang ia sumbangkan musim ini, sebuah statistik yang nyaris paradoksal untuk seorang bek tengah, menjadi bukti bahwa kontribusinya melampaui tugas defensif konvensional.

Lonjakan performa itu otomatis mengerek valuasi pasar sang pemain ke level premium. Tottenham, menurut kabar internal, hanya bersedia membuka dialog jika ada tawaran sekitar £100 juta—angka yang lebih menyerupai perisai ketimbang undangan negosiasi.

Frank menegaskan bahwa agenda klub bukan menjual, melainkan mengamankan masa depan Van de Ven melalui perpanjangan kontrak. “Ia sangat vital bagi kami. Micky adalah pemain Tottenham saat ini dan untuk masa depan. Ia bukan hanya prioritas, ia adalah pilar. Bagi saya, Micky adalah pemain kunci bagi tim dan klub ini, dan semoga untuk bertahun-tahun ke depan. Ia memiliki segala prasyarat untuk naik ke level yang lebih tinggi, dan saya yakin ia akan membantu kami mencapai ambisi besar di masa depan,” ucap Frank, dikutip dari Goal.

Frank Menepis Isu: Van de Ven Nyaman dan Bersemi di Spurs

Momen seru saat Micky van de Ven dan Cristian Romero merayakan kemenangan bareng rekan setimnya di Tottenham usai melawan Slavia Praha di Liga Champions, 10 Desember 2025.
Momen seru saat Micky van de Ven dan Cristian Romero merayakan kemenangan bareng rekan setimnya di Tottenham usai melawan Slavia Praha di Liga Champions, 10 Desember 2025.

Spekulasi yang menyebut Micky van de Ven mulai terusik secara emosional di Tottenham langsung dipatahkan Frank dengan nada dingin namun meyakinkan. Ia menyebut narasi tersebut tak lebih dari distorsi realitas ruang ganti.

Memang, Tottenham sempat terombang-ambing oleh inkonsistensi dan terperosok di paruh bawah klasemen Liga Premier. Namun menurut Frank, turbulensi kolektif itu sama sekali tidak menggerus loyalitas Van de Ven.

Bek dengan kecepatan eksplosif itu bahkan kini masuk dalam lingkaran kepemimpinan skuad. Pengaruhnya tak hanya terpatri dalam tekel dan intersepsi, tetapi juga dalam atmosfer psikologis tim—membangun mentalitas, menautkan kohesi.

Frank menggambarkan kondisi sang pemain dengan narasi yang nyaris personal. “Saya baru bertemu Micky hari ini. Sosoknya tampak ringan dan penuh senyum. Terutama setelah kemenangan kami atas Borussia Dortmund, ia terlihat sangat bahagia saat berada di ruang ganti,” ungkapnya.

Ia menutup dengan pujian yang nyaris puitis. “Micky adalah pemain luar biasa sekaligus duta yang elegan untuk klub ini. Potensinya untuk menjalani musim terbaik sejauh ini sangatlah besar. Dengan kondisi bugar, kokoh, serta tajam dalam bertahan, ia terus berkembang sebagai pemimpin dan bahkan rutin mencetak gol. Kehadirannya bukan hanya penting bagi musim ini, tetapi esensial bagi masa depan Tottenham.”

BACA JUGA: Marseille vs Liverpool: Klarifikasi Arne Slot tentang Misteri Chiesa dan Konate

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *