Prediksi Cremonese vs Milan – 1 Maret 2026

Emil Audero, penjaga gawang Cremonese, berhasil menepis bola dalam laga Serie A kontra Hellas Verona pada Selasa (20-1-2026).
Emil Audero, penjaga gawang Cremonese, berhasil menepis bola dalam laga Serie A kontra Hellas Verona pada Selasa (20-1-2026).

pojokgol – Duel antara Cremonese dan AC Milan pada giornata ke-27 Serie A musim 2025-2026 akan dipentaskan di Stadio Giovanni Zini. Laga kasta tertinggi Italia ini dijadwalkan berlangsung Minggu, 1 Maret 2026 pukul 18.30 WIB dan dapat disaksikan melalui platform Vidio.

Atmosfer pertandingan dipastikan mengandung tensi tinggi. Milan tiba dengan tekad restoratif setelah tersungkur secara tak terduga dari Parma. Kendati masih bertengger di tangga kedua klasemen, ruang toleransi untuk terpeleset kian menipis—seperti es tipis yang retak perlahan.

Di sisi lain, Cremonese menghuni posisi ke-16 dan sedang berkutat menjauh dari jurang degradasi. Tekanan psikologis membebani skuad asuhan Davide Nicola, terlebih mereka belum mengecap kemenangan dalam 12 partai liga terakhir. Situasi tersebut bukan sekadar statistik; ia menjelma bayang-bayang yang menggerogoti kepercayaan diri.

Problem Fundamental di Tubuh Cremonese

Kerapuhan utama Cremonese terletak pada sektor defensif. Absennya Federico Baschirotto menciptakan kevakuman figur sentral di lini belakang—ibarat kapal tanpa nakhoda yang menjaga ritme organisasi. Koordinasi menjadi sporadis, transisi bertahan kerap terlambat sepersekian detik yang berakibat fatal.

Di poros tengah, kondisi pun tak sepenuhnya kondusif. Michele Collocolo serta Martin Payero masih berkutat dengan cedera. Tanpa keduanya, keseimbangan fisikal dan agresivitas pressing berkurang drastis. Melawan gelandang Milan yang piawai membaca ruang, kekosongan ini berpotensi terekspos tanpa ampun.

Untuk urusan ofensif, harapan bertumpu pada Federico Bonazzoli dan Jamie Vardy. Namun produktivitas keduanya belum menghadirkan resonansi signifikan—total sepuluh gol musim ini, dengan hanya dua gol dalam 13 laga terkini. Angka yang terasa hambar di tengah kompetisi seintens Serie A.

Milan dan Ancaman dari Sisi Lebar

Berbanding terbalik, Milan membawa amunisi eksplosif di sektor sayap. Christian Pulisic dan Rafael Leao sama-sama mengoleksi delapan gol liga. Mereka unggul dalam duel satu lawan satu, memanfaatkan celah sekecil apapun layaknya pisau yang menyusup di antara retakan dinding.

Ironisnya, persoalan Milan bukan pada penciptaan peluang. Saat takluk dari Parma, mereka menorehkan angka expected goals sebesar 1,54—indikator dominasi yang tak berujung konversi. Finishing menjadi paradoks; serangan terbangun apik, tetapi eksekusi sering kali kehilangan presisi klinis.

Statistik tandang Milan memperlihatkan konsistensi yang impresif. Mereka tak terkalahkan dalam 13 laga away terakhir di Serie A dan selalu mencetak gol dalam 10 partai tandang beruntun. Rekam jejak ini menghadirkan legitimasi optimisme bagi kubu Rossoneri.

Prediksi Starting XI

Begini susunan pemain utama (Starting XI) AC Milan ketika berhadapan dengan Parma dalam lanjutan musim Serie A 2025-2026.
Begini susunan pemain utama (Starting XI) AC Milan ketika berhadapan dengan Parma dalam lanjutan musim Serie A 2025-2026.

Cremonese tetap tanpa Federico Baschirotto, kehilangan yang memperbesar potensi disorganisasi di jantung pertahanan—terutama menghadapi akselerasi Pulisic dan Leao yang cenderung vertikal serta penetratif.

Michele Collocolo dan Martin Payero juga belum pulih. Tanpa mereka, poros tengah berisiko kehilangan simetri antara bertahan dan membangun serangan. Transisi bisa menjadi terlampau lambat, atau justru terlalu terbuka.

Milan sendiri tak sepenuhnya prima. Ruben Loftus-Cheek, Gimenez, dan Matteo Gabbia masih berada di ruang pemulihan. Kendati demikian, lini belakang tetap relatif solid di bawah komando Fikayo Tomori. Saat menghadapi Parma, lawan hanya menghasilkan 0,46 xG—meski satu momen cukup untuk menjebol gawang.

Cremonese (3-5-2):
Audero; Terracciano, Luperto, Bianchetti; Barbieri, Bondo, Thorsby, Maleh, Pezzella; Bonazzoli, Vardy
Pelatih: Davide Nicola

Milan (3-5-2):
Maignan; Tomori, De Winter, Pavlovic; Saelemaekers, Jashari, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Pulisic, Leao
Pelatih: Massimiliano Allegri

Rekam Jejak Pertemuan

Catatan Serie A

  • Cremonese menang: 3
  • Seri: 4
  • Milan menang: 10

5 Pertemuan Terakhir

  • 23/08/25 – AC Milan 1-2 Cremonese
  • 03/05/23 – AC Milan 1-1 Cremonese
  • 08/11/22 – Cremonese 0-0 AC Milan
  • 12/05/96 – AC Milan 7-1 Cremonese
  • 14/01/96 – Cremonese 0-0 AC Milan

Lima Laga Terakhir Cremonese

  • AS Roma 3-0 Cremonese
  • Cremonese 0-0 Genoa
  • Atalanta 2-1 Cremonese
  • Cremonese 0-2 Inter Milan
  • Sassuolo 1-0 Cremonese

5 Laga Terakhir Milan

  • AC Milan 0-1 Parma
  • AC Milan 1-1 Como
  • Pisa 1-2 AC Milan
  • Bologna 0-3 AC Milan
  • AS Roma 1-1 AC Milan

Prediksi Skor versi pojokgol.net

Cremonese gagal mencetak gol dalam enam dari tujuh partai terakhir Serie A. Angka tersebut mencerminkan stagnasi produktivitas—serangan yang terhenti sebelum mencapai klimaks.

Milan memiliki diferensiasi kualitas di sektor flank serta superioritas distribusi bola melalui Adrien Rabiot dan Luka Modric. Kombinasi visi, pengalaman, serta mobilitas keduanya berpotensi mengontrol tempo, memaksanya bermain reaktif.

Variabel krusial terletak pada efektivitas akhir. Jika Christian Pulisic dan Rafael Leao mampu mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan lini belakang tuan rumah, maka dominasi bisa bertransformasi menjadi skor konkret.

Berkaca pada performa mutakhir dan stabilitas tandang Milan, arah pertandingan cenderung menguntungkan tim tamu.

Prediksi akhir: Cremonese 0-2 Milan

BACA JUGA: Duel Elit Empat Besar Liga Inggris: Manchester United Menggila, Liverpool Terancam Tersingkir dari Liga Champions?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *