Massimiliano Allegri Terus Terang: AC Milan Berdarah-Darah Amankan Tiga Angka di Markas Cagliari

pojokgol.net – Massimiliano Allegri tak mencoba bersembunyi di balik euforia kemenangan. Juru taktik AC Milan itu secara gamblang mengakui bahwa kemenangan atas Cagliari diraih dengan napas tersengal, bukan lewat jalan mulus tanpa hambatan. Tiga poin memang masuk ke kantong Rossoneri, tetapi prosesnya jauh dari kata nyaman.
Pada pekan ke-18 Serie A 2025/2026, Milan harus menempuh perjalanan ke Sardinia. Laga tandang melawan Cagliari sejak awal sudah diprediksi menjadi ujian ketahanan, dan prediksi itu terbukti. Atmosfer panas, tempo keras, serta duel-duel fisik memaksa Milan bekerja ekstra keras.
Sepanjang pertandingan, ketegangan mengalir seperti arus deras. Rossoneri akhirnya keluar sebagai pemenang berkat satu momen krusial: gol tunggal Rafael Leao. Sebuah sentuhan yang menentukan, cukup untuk membungkam publik tuan rumah dan mengantar Milan pulang dengan skor tipis 0-1.
Allegri menyambut kemenangan itu dengan rasa syukur yang bercampur kesadaran. Baginya, hasil positif ini lahir dari keringat, disiplin, dan ketahanan mental, bukan dari dominasi absolut.
Babak Pertama yang Jauh dari Ideal

Dalam pernyataannya kepada Sky Sports, Allegri tak segan mengkritik performa timnya, khususnya di paruh pertama laga. Ia menilai Milan gagal memegang kendali permainan, sebuah situasi yang membuka ruang bagi Cagliari untuk menebar ancaman.
Menurut Allegri, lini tengah yang dihuni Luka Modric dan rekan-rekannya tidak mampu mengatur ritme seperti yang diharapkan. Alhasil, Cagliari mendapat cukup ruang untuk menekan.
“Pada babak pertama, kami berniat menguasai pertandingan. Namun kenyataannya, kami justru membiarkan mereka mencatat tiga tembakan tepat sasaran. Dalam kondisi seperti itu, organisasi permainan seharusnya jauh lebih rapi,” ujar Allegri dengan nada lugas.
Ada Perbaikan, Namun Belum Layak Puas

Mem menunjukkan perubahan wajah setelah turun minum. Intensitas meningkat, aliran bola lebih cair, dan tekanan terhadap pertahanan Cagliari menjadi lebih konsisten. Dari fase inilah gol kemenangan akhirnya tercipta.
Meski demikian, Allegri menolak larut dalam kepuasan semu. Ia menegaskan bahwa Milan masih menyimpan banyak pekerjaan rumah. Detail-detail kecil, terutama di sepertiga akhir lapangan, dinilainya masih kerap mengkhianati permainan tim.
“Begitu masuk babak kedua, stamina mereka mulai drop sehingga kami punya banyak ruang untuk menyerang. Namun seharusnya kami mampu mencetak gol kedua. Terlalu banyak umpan keliru di area krusial. Kami wajib tampil lebih presisi, jauh lebih matang,” tegasnya.
Menatap Tantangan Berikutnya

AC Milan kini memiliki waktu sekitar satu pekan untuk merapikan barisan. Pada giornata ke-19, Rossoneri akan kembali ke San Siro untuk menjamu Genoa, sebuah laga yang tak kalah penting dalam peta persaingan.
Kemenangan menjadi harga mati. Jika Milan ingin tetap berada di jalur perebutan scudetto musim ini, konsistensi dan ketajaman harus segera diasah. Sebab, di level tertinggi, satu gol mungkin cukup untuk menang—tetapi satu kesalahan bisa meruntuhkan segalanya.
BACA JUGA: Geger di London Barat! Chelsea Dikabarkan Memecat Enzo Maresca Hari Ini
Related Posts
Dusan Vlahovic Tolak Tawaran Cristiano Ronaldo dan Pilih Bertahan di Juventus
Scott McTominay Tunjukkan Sikap Profesional Meski Sudah Tinggalkan Manchester United
Inter Milan Di Ambang Pergantian Arah, Acerbi dan De Vrij Bersiap Melangkah Pergi
About The Author
Bayu Hutabarat
Penggemar gila sepak bola manca negara, ikutin artikel saya secara tidak langsung jadi gila sepak bola juga!
