Charlton vs Chelsea: Potret Performa Pemain The Blues Usai Pesta Gol di Piala FA

pojokgol.net – Laga Charlton vs Chelsea pada babak ketiga Piala FA 2025–2026 menjelma sebagai tirai pembuka era anyar The Blues di bawah komando Liam Rosenior. Bertempat di The Valley, Minggu, 11 Januari 2026, Chelsea melumat Charlton Athletic dengan skor mencolok 5-1 dan melenggang mantap ke putaran berikutnya.
Sejak peluit awal bergaung, Chelsea menenun ritme permainan dengan dominasi yang nyaris tak terputus. Duel Charlton vs Chelsea memang sempat memanas sejenak pada paruh kedua, tetapi secara keseluruhan jalannya pertandingan tetap timpang bak tim papan atas beradu dengan bayangan.
Gol pembuka Jorrel Hato di menit 45+5 menjadi semacam batu penjuru bagi supremasi Chelsea. Ketika gawang mereka sempat terkoyak, respons skuad justru memperlihatkan kedewasaan taktis yang jarang muncul di fase transisi pelatih.
Pesta gol The Blues disempurnakan oleh sumbangan Tosin Adarabioyo, Marc Guiu, Pedro Neto, serta penalti dingin Enzo Fernandez. Hasil akhir ini bukan sekadar menegaskan jurang kualitas, melainkan juga membuka tabir tentang betapa berlapisnya kedalaman skuad Chelsea musim ini.
Kiper dan Lini Belakang Chelsea

Filip Jorgensen tampil dengan refleks cukup terasah pada beberapa momen krusial awal laga. Namun, ia tak punya banyak ruang untuk bereaksi saat Miles Leaburn menembus gawangnya, bahkan nyaris terjerumus dalam blunder fatal di menit-menit pamungkas.
Jorrel Hato menjelma figur sentral di jantung pertahanan. Gol setengah volinya terasa seperti puisi singkat yang indah, sementara disiplin bertahannya menghadirkan harmoni antara agresivitas dan ketenangan.
Benoit Badiashile kerap kerepotan dalam duel udara, seolah kehilangan kompas saat bola melayang. Di sisi lain, Tosin Adarabioyo tampil jauh lebih kokoh, sederhana namun efisien, termasuk lewat sundulan gol dari skema bola mati.
Josh Acheampong memperlihatkan elastisitas peran yang mengesankan. Ia tak hanya reliabel saat bertahan, tetapi juga rajin menyusup membantu progresi serangan dari sisi lapangan.
Lini Tengah Chelsea

Andrey Santos berfungsi sebagai metronom yang menjaga aliran bola tetap teratur. Meski namanya tak tercantum di papan skor, kontribusinya terasa dalam stabilitas kolektif tim.
Moises Caicedo sempat goyah akibat kehilangan bola di babak pertama, tetapi perlahan menemukan kembali ketenangan. Ia tetap menjadi jangkar utama yang menambatkan keseimbangan lini tengah.
Facundo Buonanotte tampil cerdik dalam memanfaatkan situasi bola mati. Umpannya melahirkan gol kedua Chelsea, sebuah momen yang menggeser momentum laga secara signifikan.
Lini Serang Chelsea

Alejandro Garnacho mendapat sambutan panas dari publik tuan rumah, tekanan yang nyaris tak henti. Namun, selepas jeda, ia tampil lebih jernih dalam mengambil keputusan dan memberi kontribusi yang lebih substansial.
Marc Guiu bekerja seperti penyerang yang lapar gol, meski suplai bola bersih tak selalu tiba. Golnya pada menit ke-62 menjadi hadiah pantas atas kegigihan tanpa kompromi di kotak penalti.
Jamie Gittens konsisten menusuk pertahanan lawan lewat dribel langsung. Gerakannya membuka ruang tersembunyi, seolah menarik bek lawan keluar dari zona nyaman mereka.
Pemain Pengganti dan Manajer Chelsea

Estevao menghadirkan dampak instan selepas masuk pada menit ke-66. Ia memaksa kiper Charlton berkali-kali bekerja ekstra, bahkan menjadi aktor di balik penalti penutup laga.
Enzo Fernandez mengeksekusi penalti dengan ketenangan nyaris dingin, sementara Pedro Neto tampil klinis lewat gol dari sudut sempit ketika bek lawan mulai kehabisan bensin.
Liam Rosenior memulai kiprahnya bersama Chelsea dengan kemenangan yang meyakinkan. Meski demikian, laga ini tetap menyisakan catatan evaluasi, terutama soal fokus tim di awal babak kedua.
Rangkuman Rating Pemain Chelsea

Filip Jorgensen: 5/10
Jorrel Hato: 8/10
Benoit Badiashile: 5/10
Tosin Adarabioyo: 7/10
Josh Acheampong: 7/10
Andrey Santos: 6/10
Moises Caicedo: 7/10
Facundo Buonanotte: 7/10
Alejandro Garnacho: 6/10
Marc Guiu: 7/10
Jamie Gittens: 7/10
Estevao: 8/10
Enzo Fernandez: 7/10
Pedro Neto: 7/10
Liam Rosenior: 6/10
Related Posts
Fans Arsenal Jangan Terlalu Euforia! Meski Menggila di Awal Musim, The Gunners Masih Menyimpan Catatan Kelam yang Bisa Menggagalkan Mimpi Juara
Semua Orang Kini Menunggu Arsenal Terpeleset di Perjalanan Menuju Gelar Juara Premier League
Roy Keane Tegaskan Arsenal Masih Favorit Juara, Meski Man City Guardiola Bangkit Hancurkan Liverpool
About The Author
Bayu Hutabarat
Penggemar gila sepak bola manca negara, ikutin artikel saya secara tidak langsung jadi gila sepak bola juga!
