Alvaro Arbeloa Membuka Lembaran Baru Real Madrid, Menyebut Nama Jose Mourinho

Momen saat Alvaro Arbeloa memegang kendali dalam sesi latihan Real Madrid.
Momen saat Alvaro Arbeloa memegang kendali dalam sesi latihan Real Madrid.

pojokgol.net – Real Madrid memasuki babak transisi yang tak terduga ketika manajemen resmi mengangkat Alvaro Arbeloa sebagai nahkoda tim utama. Penunjukan ini datang setelah Xabi Alonso angkat kaki secara mendadak, meninggalkan ruang teknis yang sebelumnya ia kendalikan.

Pergantian itu memantik gelombang keterkejutan. Alonso baru saja mengantar Los Blancos menapaki partai final Piala Super Spanyol, sebuah capaian yang—meski tanpa trofi—tetap dipandang sebagai fondasi performa yang relatif terjaga. Namun sepak bola elite jarang memberi ruang bagi rasa puas.

Di tengah turbulensi tersebut, klub memilih jalan internal. Arbeloa, yang telah mengabdikan enam tahun hidup profesionalnya membina tim junior dan tim B, kini melangkah ke panggung utama Santiago Bernabéu dengan mandat yang jauh lebih berat.

Arbeloa Mengambil Alih Kursi Panas di Tengah Atmosfer Kejutan

Detik-detik ketika Alvaro Arbeloa mengambil alih komando di tengah sesi latihan Real Madrid.
Detik-detik ketika Alvaro Arbeloa mengambil alih komando di tengah sesi latihan Real Madrid.

Keputusan menunjuk Arbeloa diumumkan tak lama setelah kepergian Alonso, yang tercatat hanya memimpin 34 laga. Dunia sepak bola bereaksi cepat—sebagian dengan heran, sebagian dengan rasa penasaran.

Laporan media Spanyol sebelumnya bahkan menyebut posisi Alonso relatif aman, terutama usai membawa Madrid ke final Supercopa de Espana. Dalam perjalanan menuju final itu, mereka menyingkirkan Atletico Madrid di semifinal, sebelum akhirnya takluk dari Barcelona pada duel puncak yang sarat tensi. Kendati demikian, dewan direksi tetap memilih membelokkan arah.

Menjaga Jarak dari Bayang-Bayang Jose Mourinho

Sebagai mantan pemain, jejak Arbeloa di Real Madrid tidak pernah kecil. Ia mencatat 237 penampilan dan menjadi bagian penting skuad di era Jose Mourinho (2010–2013). Namun, ia menolak dikurung dalam stereotip sebagai “replika” sang pelatih legendaris.

Dalam perjumpaan perdananya dengan media, Arbeloa menuturkan bahwa ia belum berkomunikasi langsung dengan Mourinho. Ia mengakui bahwa pernah diasuh oleh Mourinho adalah kehormatan besar, sebab sosok itu meninggalkan jejak signifikan dalam kariernya. Akan tetapi, ia menegaskan tekad untuk menempuh rute sendiri.

Menurutnya, mencoba menyalin gaya orang lain justru akan berujung pada kegagalan yang memalukan. Ia ingin dikenal bukan sebagai bayangan siapa pun, melainkan sebagai Arbeloa dengan identitas dan filosofi autentik.

Kondisi Tim dan Ambisi Hingga Garis Akhir Musim

Secara matematis, posisi Real Madrid masih berada dalam zona kompetitif. Mereka terpaut empat angka dari Barcelona di pucuk klasemen La Liga. Di Liga Champions, mereka bertengger di peringkat ketujuh setelah hasil pahit melawan Liverpool dan Manchester City.

Bagi Arbeloa, angka-angka itu bukan vonis, melainkan tantangan. Fokus utamanya kini tertuju pada kohesi kolektif, kebugaran pemain, dan harmoni ruang ganti. Ia memandang musim masih panjang, peluang masih terbuka, dan medan tempur belum sepenuhnya tergambar.

Ia menekankan bahwa kebahagiaan pemain, rasa bangga mengenakan lambang klub, serta gairah untuk bertarung di setiap kompetisi adalah fondasi yang tak bisa ditawar. Ambisi Real Madrid, dalam pandangannya, bukan sekadar bertahan—melainkan terus bersaing untuk segalanya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *