Vinicius Junior dan Jude Bellingham Dihujani Cemooh Madridista, Kylian Mbappe Tampil sebagai Tameng

pojokgol.net – Penyerang utama Real Madrid, Kylian Mbappe, akhirnya angkat suara mengenai atmosfer tak bersahabat yang menyelimuti timnya dalam laga terbaru. Nada suaranya tidak sekadar kritis, tetapi juga sarat kekecewaan. Baginya, perlakuan tersebut terasa timpang dan kurang berkeadilan.
Momen yang memantik respons Mbappe terjadi dalam duel Real Madrid kontra Levante akhir pekan lalu. Pertandingan itu digelar di tengah luka yang belum mengering: kekalahan menyakitkan dari Barcelona di final Supercopa de Espana, disusul tersingkirnya Los Blancos dari Copa Del Rey usai takluk dari Albacete. Kombinasi hasil pahit itu seolah menyalakan bara frustrasi di tribun.
Sepanjang laga, siulan dan cibiran menggema tanpa jeda. Namun dua nama menjadi sasaran utama gelombang ketidakpuasan: Vinicius Junior dan Jude Bellingham. Tekanan yang mereka terima terasa jauh lebih berat dibanding rekan setim lainnya.
Semua Memikul Beban yang Sama

Dalam konferensi pers jelang duel menghadapi AS Monaco, Mbappe berbicara lugas. Ia tidak menampik bahwa performa tim memang jauh dari kata memuaskan. Akan tetapi, ia menolak keras budaya menyudutkan individu seolah seluruh masalah bermuara pada satu kepala.
“Saya mengerti kenapa para penggemar merasa kesal, soalnya performa kami akhir-akhir ini memang lagi menurun,” kata Mbappe. “Namun jika ingin mencemooh, lakukan kepada seluruh tim. Jangan hanya menguliti satu pemain.”
Ia menegaskan bahwa sepak bola adalah simfoni kolektif, bukan monolog satu aktor. Ketika irama kacau, seluruh orkestra bertanggung jawab, bukan hanya pemain tertentu.
Pembelaan Terbuka untuk Vinicius Junior

Secara khusus, Mbappe berdiri paling depan saat membicarakan Vinicius Junior. Nada suaranya berubah lebih personal, lebih hangat. Ia menyebut Vini sebagai figur krusial dalam tubuh Real Madrid—seorang pemain dengan dedikasi besar dan kontribusi yang tidak bisa dihapus oleh beberapa laga buruk.
“Ini bukan kesalahan Vini Jr. Dia pemain fantastis, juga pribadi yang luar biasa. Saya bersyukur mengenalnya dan saya benar-benar menyukainya,” tutur Mbappe.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Vinicius tidak berjalan sendirian di lorong gelap kritik. “Kami harus melindunginya lebih baik. Dia tidak sendirian di Real Madrid. Kami bersamanya,” imbuh penyerang Timnas Prancis itu, menutup pernyataan dengan solidaritas yang tak ambigu.
Menepis Isu Retaknya Hubungan dengan Xabi Alonso

Di kesempatan yang sama, Mbappe juga membantah rumor yang menyebut adanya pembangkangan pemain terhadap Xabi Alonso—isu yang dikabarkan menjadi salah satu alasan pemecatan sang pelatih. Menurut Mbappe, narasi tersebut melenceng jauh dari realitas.
“Hubungan kami dengan Xabi Alonso baik-baik saja, nggak ada masalah sama sekali. Anggapan bahwa dia gagal di Real Madrid itu keliru,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Xabi pergi sebelum tim sempat mempersembahkan trofi. Kekalahan di final Supercopa menjadi satu-satunya noda yang terlalu dibesar-besarkan. “Menurut saya, Xabi akan menjadi pelatih luar biasa. Hubungan saya dengannya juga sangat baik,” tutup Mbappe, tanpa meninggalkan ruang bagi spekulasi.
