Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Bocorkan Luapan Perasaan Gavi Setelah Kembali Dipercaya Timnas Spanyol

pojokgol – Timnas Swiss akhirnya merilis daftar resmi 26 pemain untuk menghadapi Piala Dunia 2026. Dalam susunan tersebut, pelatih Murat Yakin masih mempercayakan sejumlah figur senior sebagai fondasi utama tim. Selain itu, beberapa talenta muda juga disisipkan demi menghadirkan dinamika baru di dalam skuad.
Sorotan terbesar kembali mengarah kepada Granit Xhaka. Gelandang berusia 33 tahun tersebut dipastikan memimpin Swiss sebagai kapten sekaligus motor permainan di sektor tengah. Dengan demikian, Xhaka akan menjalani edisi keempat Piala Dunia secara beruntun bersama negaranya.
Eks pemain Arsenal dan Bayer Leverkusen itu kini menyandang status sebagai pemilik rekor caps terbanyak bagi Swiss dengan torehan 144 penampilan internasional. Tak hanya itu, pengalamannya di level elite Eropa dianggap sebagai aset vital untuk menjaga keseimbangan tim saat tekanan turnamen mulai meningkat.
Di samping Xhaka, nama-nama seperti Manuel Akanji, Remo Freuler, Denis Zakaria, hingga Breel Embolo masih masuk dalam kerangka inti skuad. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberi kestabilan, kedewasaan taktik, sekaligus ketenangan saat berhadapan dengan lawan berkelas dunia.
Kejutan Menarik dalam Daftar Pemain Swiss
Salah satu keputusan yang cukup menyita perhatian adalah masuknya Zeki Amdouni ke skuad final. Penyerang Burnley tersebut sebelumnya diragukan tampil karena sempat dibekap cedera lutut serius. Meskipun demikian, Murat Yakin tetap menunjukkan keyakinannya terhadap kemampuan sang striker.
Di area serangan, Swiss juga mengandalkan Noah Okafor yang menjalani musim bersama Leeds United. Pemain ini dikenal memiliki akselerasi tajam serta fleksibilitas posisi yang mumpuni. Karena itu, Okafor diproyeksikan menjadi senjata efektif ketika Swiss menjalankan pola serangan balik cepat.
Sementara itu, keputusan memanggil Christian Fassnacht dan Cedric Itten juga memantik perbincangan. Keduanya memang tidak terlalu sering tampil bersama tim nasional dalam beberapa tahun terakhir. Namun, performa impresif di level klub membuat keduanya kembali memperoleh tempat dalam skuad.
Christian Fassnacht bahkan tampil menonjol di kompetisi domestik Swiss setelah mencetak 18 gol bersama Young Boys. Selain itu, ia menjadi salah satu dari sedikit pemain berbasis liga Swiss yang sukses menembus daftar akhir Piala Dunia, bersama penjaga gawang Marvin Keller.
Swiss, Kuda Hitam yang Selalu Mengusik Tim Besar

Perjalanan Gavi menuju kondisi ideal tidak dapat disebut sederhana. Cedera lutut yang sempat membekapnya memunculkan tanda tanya besar terkait kelanjutan kiprahnya bersama Timnas Spanyol.
Namun, ketekunan perlahan membalikkan narasi.
Selain Gavi dan Lamine Yamal, Spanyol juga memanggil sederet pemain Barcelona lainnya. Pedri, Ferran Torres, Dani Olmo, Pau Cubarsi, Joan Garcia, hingga Eric Garcia masuk dalam komposisi skuad yang dipersiapkan untuk menghadapi tantangan global.
Dominasi wajah-wajah Barcelona di tubuh La Roja menghadirkan keuntungan tersendiri. Ikatan permainan yang sudah terjalin di level klub diyakini mampu mempercepat sinkronisasi taktik sekaligus memperkuat harmoni tim di panggung internasional.
Spanyol sendiri tidak datang sekadar menjadi pelengkap turnamen. Ambisi besar masih menyala sejak terakhir kali mereka menyentuh mahkota dunia pada 2010. Kini, generasi anyar yang dikomandoi oleh Lamine Yamal dan Gavi memikul ekspektasi besar untuk menghidupkan kembali supremasi La Roja di lanskap sepak bola dunia.
Related Posts
Prediksi Meksiko vs Portugal 29 Maret 2026: Ujian Mental di Tengah Atmosfer Baru
Pembaruan Daftar Negara yang Telah Mengantongi Tiket ke Piala Dunia 2026: Cape Verde Menoreh Sejarah
Keteguhan FIFA: Timnas Iran Tetap Wajib Berlaga di Piala Dunia di Tengah Gejolak Global
About The Author
Bayu Hutabarat
Penggemar gila sepak bola manca negara, ikutin artikel saya secara tidak langsung jadi gila sepak bola juga!
